Senin, 15 Desember 2014

Cara menulis artikel dengan baik dan benar

Tips dan Cara Menulis Artikel yang Baik

 

Artikel adalah karangan pendek, berkisar antara 300 sampai 1.000 kata, yang membahas tema tertentu yang ditujukan untuk menyampaikan pikiran terhadap sebuah realitas, baik berupa fakta, atau konsep tertentu.
Bagaimana cara menulis artikel dengan baik? Hmm… jawabannya tergantung jenis artikelnya. Dalam tulisan ini saya akan bantu anda menjelaskan cara membuat semua jenis artikel beserta contohnya.
Daftar Isi:

  • Langkah-langkah Menulis Artikel Secara Umum
  • Artikel Deskripsi
  • Artikel Narasi
  • Artikel Eksposisi
  • Artikel Argumentasi
  • Artikel Persuasi
  • Artikel SEO (Khusus Untuk Menulis Online)
  • Dua Jenis Penulisan
Karena tulisan ini cukup panjang, anda harus sabar membacanya. Rilekskan tubuh anda. Tarik nafas dalam dalam…. keluarkan pelan-pelan… tarik nafas lagi… keluarkan lagi… Yap, mari kita baca bersama.
Langkah-langkah Menulis Artikel Secara Umum

Secara garis besar, langkah-langkah menulis artikel dapat kita bagi menjadi 5 poin penting berikut ini:
  1. Tentukan Tema. Tema haruslah spesifik. Semakin spesifik semakin menarik minat baca.
  2. Tetapkan Tujuan penulisan. Kebanyakan artikel, apalagi dalam artikel jenis deskripsi dan narasi, tidak menyatakan tujuan penulisan secara tersurat, melainkan tersirat.
  3. Rumuskan ide pokok atau masalah. Biasanya perumusan masalah dalam bentuk pertanyaan. Hanya saja dalam penulisan artikel deskripsi dan narasi, rumusan masalahnya tidak tersurat tapi tersembunyi dibalik alur tulisan (Nanti saya jelaskan dengan contoh di bawah).
  4. Kembangkan tema dan pembahasan sesuai dengan jenis artikel (Penjabaran lebih lanjut saya uraikan dibawah)
  5. Buatlah kesimpulan. Kesimpulan bikinnya mudah. Anda bisa membuatnya dengan baik bila logika atau alur artikel anda benar.
Demikian langkah-langkah penulisan artikel secara umum. Sedangkan langkah-langkah rincinya harus anda sesuaikan dengan bentuk artikel yang ingin anda tulis. Sebab tiap bentuk artikel memiliki cara penulisan berbeda.
Berikut ini saya akan jelaskan cara penulisan masing-masing bentuk artikel beserta contohnya.


Artikel Deskripsi
Artikel deskripsi adalah karangan yang bertujuan untuk menulis gambaran suatu fakta sehingga pembaca dapat membayangkannya di dalam benak. Saya lebih suka menjulukinya sebagai artikel gambar.

Cara Penulisan Artikel Deskripsi
  1. Tentukan objek, baik berupa keadaan atau konsep yang mau dideskripsikan
  2. Tentukan juga tujuan penulisan (tersirat).
  3. Tentukan rumusan ide pokok (tersirat).
  4. Kembangkan tulisan menjadi urut-urutan. Apakah berdasarkan urutan waktu: pagi-siang-sore; atau urutan jam 1, jam 2, jam 3; atau urutan tahun: tahun 2000, tahun 2003, tahun 2005; atau menggunakan urutan tempat: dari pinggir ke tengah; dari pangkal ke ujung; atau kita ingin memakai urutan kepentingan: dari yang paling penting, penting ke yang kurang penting.
  5. Tutup dengan paragraf yang menyimpulkan obyek yang dideskripsikan.
Contoh artikel dapat anda lihat disini. Oya, penulis artikel deskripsi pada contoh menggunakan teknik pengembangan berdasarkan urutan tempat.


Artikel Narasi
Artikel jenis ini ditujukan untuk menceritakan suatu keadaan atau situasi, baik berdasarkan urutan waktu atau urutan kejadian. Saya lebih suka menamainya sebagai artikel cerita.
Dalam artikel narasi harus ada penokohannya, seperti dalam cerita pada umumnya. Sang tokoh digambarkan sebagai sosok yang bergulat dengan masalah kehidupan dan berusaha memenangkan pergulatan tersebut. Adanya konflik kehidupan membuat tulisan jenis ini menarik minat baca. Sebab bila tidak ada konflik, maka sebuah narasi akan menjadi hambar.
Cara penulisan artikel narasi
  1. Tentukan tema.
  2. Tentukan tujuan (tersirat).
  3. Tentukan rumusan ide pokok (tersirat).
  4. Kembangkan tulisan dengan membuat alur cerita: awal – tengah – akhir. Bagian awal buatlah pembukaan yang menarik; Bagian tengah gambarkan pergulatan hidup sang tokoh sampai pada puncak konflik alias klimaks;
  5. Setelah itu, buatlah anti klimaks sebagai penutup.
Contoh artikel ini dapat dilihat disini.


Artikel Eksposisi
Ertikel jenis ini merupakan karangan yang bertujuan untuk menguraikan suatu topik. Dapat berupa uraian tentang definisi, fungsi, bagian dan kegunaan suatu konsep. Dapat juga berupa langkah, cara atau proses mengerjakan sesuatu. Saya lebih suka menyebutnya sebagai artikel penjabaran.

Cara Penulisan Artikel Eksposisi
  1. Tentukan tema.
  2. Tentukan tujuan (tersurat).
  3. Tentukan rumusan ide pokok (tersurat).
  4. Kembangkan tulisan sesuai tujuan. Bila karangan ditujukan untuk menjelaskan pengertian, maka kembangkan karangan dengan menyajikan data dan fakta untuk menguatkan definisi atau proses. Bila anda ingin menjelaskan cara, buatlah tahapan-tahapan dari awal sampai akhir secara sistematis. Bila anda ingin menjelaskan kegunaan, buatlah kegunaannya satu persatu. Dan bila karangan ditujukan untuk menjelaskan proses, maka detilkan prosesnya.
  5. Berikan kesimpulan
Contoh artikel ini dapat anda temukan bertebaran di internet yang berkenaan dengan: definisi, fungsi, manfaat, peran, atau artikel yang berisi panduan melakukan sesuatu alias How To. Contoh artikelnya silakan lihat disini. Jenis tulisan pada contoh ini adalah berjenis How To.


Artikel Argumentasi
Artikel ini berupa karangan adu argumen. Penulisannya dilatarbelakangi oleh kritik terhadap suatu pendapat. Penulis biasanya akan memasukkan opini pribadi kedalam tulisan, tentu dengan data atau fakta yang mendukung, sehingga pendapatnya bisa menarik dukungan dari pembaca. Saya lebih suka menjulukinya sebagai artikel pendapat.

Cara Penulisan Artikel Argumentasi
  1. Tentukan tema.
  2. Tentukan tujuan (tersurat).
  3. Tentukan rumusan ide pokok (tersurat).
  4. Kembangkan karangan dengan menyajikan data dan fakta untuk menguatkan pendapat sendiri dan juga dapat melemahkan pendapat orang lain.
  5. Berikan kesimpulan
Contoh dapat anda baca Disini: tentang kenaikan BBM.


Artikel Persuasi
Artikel jenis ini terkenal juga dengan arikel motivasi. Sebab penulisannya bersifat membujuk alias persuasif. Efeknya dapat menggerakkan pembaca untuk melakukan atau mengikuti sesuatu. Saya lebih suka menjulukinya sebagai artikel bujukan.

Cara Penulisan Artikel Persuasi
  1. Tentukan tema.
  2. Tentukan tujuan (tersurat).
  3. Tentukan rumusan ide pokok (tersurat).
  4. Kembangkan karangan dengan menyajikan data dan fakta untuk meyakinkan orang lain sehingga dapat menggerakkan pembaca untuk mengerjakan kebaikan dan menjauhi keburukan.
  5. Berikan kesimpulan
Contoh artikel persuasi dapat anda lihat bertebaran di blog ini. Hampir semua artikelnya bersifat bujukan alias persuasif. Silakan baca dan resapi, salah satunya ini: Kaya Dengan Menulis.


Artikel SEO
Artikel SEO adalah artikel yang ditujukan untuk mengoptimalkan pencarian kata kunci di situs search engine seperti gooogle. Ia bukanlah suatu jenis artikel tersendiri. Ia adalah artikel yang ditujukan khusus untuk menulis online yang jenisnya bisa berupa deskripsi, narasi, eksposisi, argumentasi atau persuasi.

Hanya saja artikel SEO memiliki teknik penulisan tertentu. Tujuannya agar tulisan kita dicintai (mudah dilacak) situs search engine. Keterangan lebih lanjut silakan baca tulisan saya yang ini: Cara Menulis Artikel SEO Friendly

Dua Jenis Penulisan Artikel
Sebenarnya, tiap jenis artikel memiliki dua jenis penulisan pula, ada yang berupa Fiksi dan juga ada yang berupa non fiksi. Untuk lebih jelasnya silakan lihat wikipedia.

Demikian Tips dan Cara Menulis Artikel yang Baik ini saya buat. Mudah-mudahan anda bisa mengambil manfaat darinya.

Jumat, 14 November 2014

Cara mengatasi WRITER'S BLOCK





Writer’s Block?

Sumber :  http://readfanfiction.wordpress.com/learning-about-fanfiction/writers-block/

Annyeong~ balik lagi nih dengan tips baru^^
Kamu pernah ngalamin susah dapet ide padahal pengen lanjutin FF-mu? Biasanya hal kaya gini dinamain Writer’s Block dan hampir semua penulis ngalamin hal ini. Mau tau cara menghadapinya? Cek tips berikut^^

Keep your book warm
Kebanyakan penulis mengatakan batasan ideal dalam menulis per harinya adalah sebanyak 500-1000 kata. Namun, pada kenyataannya, menulis bukan satu-satunya pekerjaan yang menuntut untuk diselesaikan. Ada pekerjaan lain, keluarga, dan bahkan kegiatan sosialisasi. Karena itu, tidak perlu mematok berapa banyak kata yang harus ditulis setiap hari. Jika tidak memiliki ide, baca ulang naskah yang ditulis juga bisa kamu lakukan.

Know what comes next
Saat menulis, berhentilah di satu titik dimana kamu tahu persis apa yang akan kamu tulis selanjutnya, sehingga keesokan harinya, saat kamu bermaksud melanjutkan tulisan, kamu tahu apa yang akan kamu tulis. Otomatis, kamu tidak akan buang-buang waktu bengong di depan Microsoft Word.

Be armed and ready
Bawa notebook kecil kemanapun kamu pergi. Ide bisa datang kapan saja dan pastikan kamu bisa menuliskannya agar tidak lupa dan ide itu hilang begitu saja.

Unplug
Sangat penting untuk menghindarkan diri dari internet, terutama social media, pada saat menulis. Puasakan dirimu dari aktivitas bercengkrama di Facebook dan Twitter ketika sedang menulis. Kamu pun akan lebih fokus menuangkan ide ke dalam tulisan.

Change locations
Apabila kamu terbiasa menulis di kamar, cobalah cari suasana baru dengan berpindah ruangan. Ada banyak ruangan di rumahmu yang bisa menuangkan banyak inspirasi selain kamar apabila kamu mau mencaritahu. Berpindah ruangan bisa membuat kamu melihat tulisan dari sudut pandang berbeda karena indra juga merespon dari perpindahan lokasi tersebut. Kamu juga bisa mengunjungi tempat lain di luar rumah seperti café atau taman. Bahkan, kegiatan ini akan semakin memperkaya tulisanmu karena ada banyak hal yang bisa kamu amati dan tidak jarang mendatangkan inspirasi.

Describe what you see
Kalau kamu merasa stuck dan tidak tahu apa yang mau kamu tulis, deskripsikan apapun yang ada di hadapanmu. Misalnya, cuaca, lukisan, atau interaksi sepasang kekasih di mall.

Retype sentences
Kadang, hambatan yang dating bisa bersifat mental dan berhubungan dengan bathin kamu sendiri. Salah satu cara mengatasinya adalah melalui aktivitas fisik. Gerakkan tubuhmu hingga menjadi bugar dan aliran darah ke otak juga lebih lancar. Saat terserang writer’s block, lakukan olahraga ringan selama beberapa menit dan rasakan sendiri khasiatnya ya.

Switch up the point of view
Misalnya, kamu sedang menulis novel roman dari sudut pandang orang ketiga dan kamu stuck, tidak tahu apa yang akan dilakukan oleh karaktermu. Coba tulis kembali dari sudut pandang orang pertama sebanyak beberapa paragraf saja. Kamu pasti terbantu untuk memahami karaktermu. Ketika kamu sudah mendapatkan feel-nya kembali, kembalilah ke PoV semula. Atau, jika tulisanmu menggunakan sudut pandang orang ketiga terbatas, perluas perspektifmu dengan menuliskannya dari sudut pandang salah satu tokoh. Kamu juga bisa menggunakan omniscient point of view (yang maha tahu), seakan-akan seluruh penjuru kota tahu. Latihan berpindah PoV ini berguna untuk menggiring pikiran menemukan dekripsi dan dialog baru yang sebelumnya membuat kamu stuck.

Create a ritual
Seperti halnya atlit yang memiliki lucky charm atau melakukan ritual khusus sebelum bertanding, penulis juga boleh melakukan ritual sebelum kembali ke zona menulis. Ritual ini bisa macam-macam, tergantung kebiasaan masing-masing. Contohnya: sebelum menulis, sempatkan waktu untuk mandi, makan, minum teh, berdoa, atau mungkin membersihkan kamar atau ruangan tempat menulis. Hitung-hitung, kamu membantu ibu di rumah, hehehe.

Draw a story board
Buat peta visual tulisanmu, lengkap dengan karakter dalam bentuk sketsa atau kartun beserta dialog. Hal ini akan membantumu mengerti lebih dalam narasi dan mengisi kekosongan yang sebelumnya tidak terlihat.

Have fun.
Dalam menulis, ada tiga tahap yang harus dilalui –sama seperti tahapan yang dilalui manusia-, yaitu masa kanak-kanak, remaja, dan dewasa. Pada masa kanak-kanak, bersenang-senanglah dengan kata-kata, melompat kesana kemari, bermain dengan bebas tanpa memikirkan editan. Saat kamu merevisi tulisanmu, kamu memasuki masa remaja (pembentukan karakter). Pada tahap ini kamu mulai memperbaiki kata-kata, memasukkan dialog jika perlu, dan sebagainya. Akhirnya, tulisanmu memasuki tahap dewasa, di mana ia dipoles agar cantik, berkarakter, juga memiliki ‘manner’. Tulisan di tahap dewasa ini sudah siap pergi meninggalkan ‘rumahnya’ untuk bertemu calon pengantinnya (penerbit, baik major publishing maupun self publishing).